Kamis, 12 Februari 2015

makalah disiplin sekolah

BAB.  I
PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang
Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertibyang berlaku di sekolah.Yang dimaksud dengan aturan sekolah (school rule) tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian (standards of clothing), ketepatan waktu, perilaku social dan etika belajar/kerja. Pengertian disiplin sekolah kadangkala diterapkan pula untuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan, meski kadangkala menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik (physical maltreatment) dan kesalahan perlakuan psikologis (psychologicalmaltreatment), sebagaimana diungkapkan oleh Irwin A. Hyman dan Pamela A.Snock dalam bukunya ³Dangerous School´ (1999). 

1.2       Perumusan masalah
Adanya tindakan kurang disiplin yang di lakukan siswa di Sekolah menimbulkan berbagai pertanyaan, diantaranya:
1.      Apa penyebab utama perilaku tidak disiplin siswa.
2.      Perilaku siswa apa saja yang dinilai tidak atau kurang disiplin.
3.      Faktor penyebab terhambatnya penerapan disiplin di sekolah.
4.      Apa saja upaya-upaya yang bisa di lakukan warga sekolah dalammeningkatkan penerapan disiplin di sekolah.  


1.4       Tujuan Penelitian
Tujuan penyusunan karya ilmiah ini adalah:
1.    Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran
2.    Mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin siswa terhadap perkembangan prestasi dan tingkah laku di sekolah.
3.    Ikut serta dalam upaya mengembangkan penanaman disiplin pada diri siswa. 

1.5 Metode dan Tekhnik Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dapat diartikan sebagai prosedur penulisan yag menghasilkan data data deskriptif kata-kata tertulis atau lisandari perilaku orang-orang yang diamati.Sedangkan penulisan karya ilmiah ini bersifat deskriptif, yaitu memberikan gambaran suatu keadaan tertentu secara rinci disertai dengan bukti.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Kesadaran Siswa Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekoloah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman.
Demi tercapainya lingkungan SMP Negeri 12 Binjai yang bersih dan nyaman untuk belajar kita, perlu sekali dilakukan tindakan yang bersifat mengajak kesadaran kita untuk menjaga kebersihan dan bersifat mengatasi masalah di atas. Tindakan-tindakan tersebut antara lain: 
1)    Siswa diharapkan mempunyai kesadaran dari hati nuraninya sendiri
            untuk menjaga kebersihan.
2)    Petugas piket harus membersihkan kelas serta lingkungan sekitar.
3)    Guru wajib menegur siswa yang membuang sampah sembarangan.
4)    Mencatat pada buku pelanggaran.
5)      Memberi sanksi tersendiri bagi siswa yang melakukan pelanggaran terutama membuang sampah sembarangan. 
Dengan tindakan-tindakan tersebut  diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan dan mampu mengatasi lingkungan sekolah yang kotor. Kebersihan berpengaruh besar tehadap kesehatan maka dari itu kebersihan perlu dijaga.

b. Cara Menjaga Lingkungan Sekolah
Untuk menciptakan.kebersihan di sekolah, Gurulah yang akan ditiru oleh murid-muridnya, dengan demikian peran guru dalam pencegahan sangat diperlukan dengan tindakan-tindakan yang berupa :
1)       Membuat tata tertib kebersihan dan buang sampah sembarangan
2)       Memberi contoh membuang sampah pada tempatnya
3)       Memberikan nasehat apabila ditemukan pelanggaran membuang sampah sembarangan, 
4)       Memberikan reward kepada petugas piket yang rajin dan besih dalam membersihkan kelasnya
5)       Membiasakan diri cuci tangan sehingga murid juga meniru
Untuk membuat kebiasaan-kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, perlu adanya Slogan-Slogan sebagai penyemangat diantaranya  “bersih pangkal sehat”, “kebersihan adalah sebagian dari iman”, “jagalah kebersihan”. 


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Penegakan disiplin di sekolah tidak hanya berkaitan dengan masalah seputar kehadiran atau tidak, terlambat atau tidak. Hal itu lebih mengacu pada pembentukan sebuah lingkungan yang di dalamnya ada aturan bersama yang dihormati, dan siapa pun yang melanggar mesti berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setiap pelanggaran atas kepentingan umum di dalam sekolah mesti diganjar dengan hukuman yang mendidik sehingga siswa mampu memahami bahwa nilai disiplin itu bukanlah bernilai demi disiplinnya itu sendiri, melainkan demi tujuan lain yang lebih luas, yaitu demi stabilitas dan kedamaian hidup bersama.Disiplin sekolah, menurut F.W. Foerster, merupakan keseluruhan ukuran bagitindakan-tindakan yang menjamin kondisi-kondisi moral yang diperlukan, sehingga proses pendidikan berjalan lancar dan tidak terganggu. Adanya kedisiplinan dapat menjadi semacam tindakan preventif dan menyingkirkan hal-hal yang membahayakan hidup kalangan pelajar. Sementara itu, Komensky menggambarkan pentingnya kedisiplinan disekolah dengan mengungkapkan, "Sekolah tanpa kedisiplinan adalah seperti kincir tanpa air."

B.     Saran

Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan siswa, ada beberapa upaya yang mungkin bisa dilakukan diantaranya:
1.   Untuk menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berperilaku disiplin, guru disarankan untuk bersikap empatik, menerima, hangat dan terbuka;
2.   Guru terampil berkomunikasi yang efektif sehingga mampu menerima perasaan dan mendorong kepatuhan siswa;
3.   Guru disarankan dapat menunjukkan secara tepat perilaku yang salah,sehingga membantu siswa dalam mengatasinya; dan memanfaatkan akibat-akibat logis dan alami dari perilaku yang salah


DAFTAR PUSTAKA
Ø  http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplinhttp://tarmizi.wordpress.com/2008/12/12/kedisiplinan-siswa-di-sekolah/
Ø  Srijanto Djarot, Drs., Waspodo Eling, BA, Mulyadi Drs. 1994 Tata Negara Sekolah Menengah Umum. Surakarta: PT. Pabelan.
Ø  http://google.com/disiplinhttp://tarmizi.wordpress.com/kedisiplinan-siswa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar